TEMPO.CO, Jakarta
- Insiden dalam terjun payung merayakan Hari Ulang Tahun Tentara
Nasional Indonesia ke-67 terulang kembali. Pagi tadi, sejumlah personel
penerjun TNI lagi-lagi mendarat di tempat yang salah.
Menurut Rani Oktamara, 26 tahun, warga yang menonton atraksi di sekitar
Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Makasar, Jakarta Timur, seorang
penerjun payung tersangkut di pohon. Dua lainnya tercemplung ke waduk
pangkalan udara.
"Kejadiannya jam 09.30 tadi," ujar dia
di lokasi, Jumat 5 Oktober 2012. "Dua orang nyangkut di pohon, satu
orang kecebur di waduk," cerita Rani. Spontan, ratusan warga yang
menonton dari luar pagar langsung heboh. "Orang-orang pada lari
ngeliatin."
Kepala Pusat Penerangan Landasan Udara Halim
Perdanakusuma, Mayor Gerardus Maliki, membenarkan insiden tersebut
dengan rincian yang berbeda. "Iya, catatan kami satu orang tersangkut di
pohon, dua orang masuk ke waduk," katanya ketika dihubungi.
Kejadian itu justru membuat suasana kawasan Skuadron, tempat tontonan
menjadi heboh dan kocak. Warga menyempatkan diri berfoto dengan penerjun
yang salah mendarat. Elis Rohana, 51 tahun, misalnya. "Tadi sempat
foto-foto sama yang jatuh," ucapnya sumringah.
Beruntung,
tidak ada personel yang terluka akibat kejadian ini. Para personel
penerjun langsung ditolong oleh rekan mereka yang sudah berjaga di
sekitar pangkalan udara.
Insiden semacam ini bukan
pertama kali terjadi. Dalam gladi bersih acara HUT TNI, Rabu, 3 Oktober,
para penerjun payung TNI terhempas hingga sekitar 700 meter hingga satu
kilometer dari titik landasan yang direncanakan.
Sebelumnya pun, Senin, 1 Oktober, empat orang penerjun gagal mendarat
saat gladi bersih. Parasut utama keempat penerjun tersebut gagal
berkembang dan membuat mereka terpaksa menggunakan parasut cadangan.
Seorang prajurit patah tulang akibat kecelakaan tesebut...........